oleh

Rumah Tahfidz KH. Ahmad Dahlan Resmi Beroperasi

Kabar Mds,Baturaja – Rumah Tahfidz KH. Ahmad Dahlan yang berada di Perguruan Muhammadiyah Tubohan secara resmi beroperasi. Hal itu ditandai dengan peresmian beroperasinya Rumah Tahfidz tersebut oleh Kakankemenag OKU yang diwakili Staf Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS).

Dalam acara Launching Rumah Tahfidz KH. Ahmad Dahlan sekaligus Pengajian Bulanan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tubohan pada Selasa pagi (23/2) itu, selain dihadiri Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) OKU, PCM lainnya dan ranting-ranting Muhammadiyah serta Perwakilan Kakankemenag OKU. Hadir juga perwakilan Polsek Semidang Aji, Desa Tubohan, Desa Keban Agung dan tamu undangan lainnya.

Dalam acara itu juga, salah seorang santriwati dari Rumah Tahfidz KH. Ahmad Dahlan bernama Nila Anugerah Hani tampil membacakan hapalan Surah An Naba.

Dalam kata sambutannya mewakili Perguruan Muhammadiyah Tubohan, Kepala SMA Muhammadiyah Tubohan Marzuki, S.Pd.I mengucapkan alhamdulillah SMA Muhammadiyah Tubohan pada tahun kemarin telah mendapatkan bantuan pembangunan
Tiga lokal, dua lokal kelas dan satu lokal komputer dari Kementerian Pendidikan dan ketiganya sudah selesai dibangun. In syaa SMA Muhammadiyah akan mendapatkan bantuan pembangunan lokal lagi untuk Lab IPA dan Biologi. Kalau dulu pembangunannya secara swakelola, namun sekarang dikerjakan langsung oleh Kementerian PU PR. Jadi kami hanya terima kunci. Selanjutnya ada rehab bangunan dan penambahan ruang kelas Guna persiapan MBS tahun depan, maka perlu dipersiapkan asramanya. Oleh karena itulah perlu penambahan lokal, salah satunya dengan perluasan lahan sekolah. Kita sedang berupaya untuk pembebasan lahan sawah di belakang. Alhamdulillah sawah yang di belakang sudah dibebaskan, tinggal di kanan kirinya. Gedung sekolah sengaja dicat warna-warni tidak satu atau dua warna supaya kelihatan menarik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Marzuki mengatakan mengenai Rumah Tahfidz KH. Ahmad Dahlan In syaa Allah dalam waktu dekat izin operasionalnya akan keluar. “Alhamdulillah awal Februari kemarin sudah jalan, sudah ada sekitar 70-an santri. Alhamdulillah baru jalan hampir satu bulan, santrinya ada yang sudah hapal beberapa surah juz 30. Terpenting bukan saja bisa menghapal Al-Qur’an, namun juga dapat mengamalkan kandungannya. Semoga Rumah Tahfidz ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Alhamdulillah uang pendaftaran semua ditanggung oleh desa. Disupport langsung oleh kades. Bahkan anak beliau didaftarkan disini.
Nanti di awal tahun depan kita akan kedatangan mahasiswa Persis dari Garut untuk mengabdi selama setahun disini. In syaa Allah tahun ajaran 2022, kita rencanakan MBS sudah menerima santri baru sebanyak 40 orang. Terpenting mempersiapkan asramanya dulu. Bahkan dari Trans sudah siap pindah kesini. Itulah perjalanan kedepan untuk Rumah Tahfidz ini. Kita berharap
di Semidang Aji dan sekitarnya punya Ponpes. Maka MBS inilah jawabannya. Rencana ini tidak berhasil tanpa bantuan dan doa bapak-ibu. In syaa Allah dengan apa yang kita lakukan di sekolah Muhammadiyah Tubohan ini bisa membuat para donatur atau dermawan percaya untuk menyalurkan bantuan dananya. Karena mereka butuh kepercayaan.
Kita juga akan mengadakan pengajian bulanan yang diadakan PCM Tubohan dan ranting-ranting di sekitarnya. Mungkin bisa dua kali kajian sebulan. Sehingga tidak perlu lagi mencari ilmu keluar wilayah ini. Alhamdulillah Ibu-ibu Aisiyah sudah memulainya hari Jum’at pagi kemarin,” urainya.

Ketua PDM OKU Mahratu Pahri, M.IP mengatakan pada hari ini Muhammadiyah pengelolannya sudah otonom. Bahkan Perguruan Tinggi (PT)nya terbaik di dunia yaitu PT Malang. Spirit kemajuan ini merupakan tantangan untuk memajukan perserikatan Muhammadiyah. Sekolah Muhammadiyah tidak mampu menghadapi tantangan maka akan jatuh. Harus mampu membaca peluang atau SWOT.
“Semangat saja tidak cukup kata mantan Ketua PP Muhammadiyah Prof Haidar Nasir. Perlu membangun sinergisitas, cabang jangan ditinggalkan. Tata kelola harus benar. Harus bersinergi dengan pemerintah desa, masyarakat desa dan Aisiyah, terpenting juga amanah. Dalam menghadapi tantangan perlu memobilisasi dalam sinergisitas. Namun amanah itu di atas segalanya.
Dalam tata kelola, perlu mempersiapkan manajemen. Sebab kebenaran yang tidak terorganisir bisa dikalahkan oleh kejahatan yang teroganisir,” ujarnya.

Mahratu melanjutkan, lembaga pendidikan harus sistemik. Dalam Muhammadiyah ada tata kelola. Patuhi saja itu. “Jangan pernah Dewan Guru disini merasa mengajar di Muhammadiyah hanya untuk sementara. Tapi tanamkan untuk kemajuan sekolah Muhammadiyah secara berkelanjutan.
Antisipasi masa depan.
Orang makin maju zaman, maka orang ingin kembali ke nilai-nilai religius. Tantangan kita kedepan, orang maju akan mencari nilai-nilai agama yang tinggi di dunia pendidikan. Oleh karena itu, ruh dakwahnya di Muhammadiyah harus tinggi,” ungkapnya.

Mahratu menambahkan PDM OKU mengapreasiasi setinggi-tingginya apa yang telah dilakukan Perguruan Muhammadiyah Tubohan dengan mendirikan Rumah Tahfidz KH. Ahmad Dahlan dan berencana membuka MBS.

Sementara itu Perwakilan Kankemenag OKU M. Roshzali, S.Ag selaku Staf PAKIS menyampaikan permohonan Kakankemenag OKU tidak bisa hadir dalam acara launching Rumah Tahfidz KH. Ahmad Dahlan karena ia masih berada di Palembang.
“Kami mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan Muhammadiyah dan pengelola Rumah Tahfidz KH. Ahmad Dahlan. Semoga menjadi tonggak awal kehidupan Islami. Mudah-mudahan Kades Tubohan dan Keban Agung dapat mensupport. Semoga juga paling utama menjadikan generasi mudanya bisa mengaji. Menjadikan anak-anak kita penghapal Al Qur’an, menghayati dan mengamalkan. Kami mensupport Rumah Tahfidz ini tetap eksis terus,” urainya.

Roshzali menyampaikan draft izinnya sudah mereka buat, tinggal ditanda tangani Kakankemenag. Nomornya sudah ada. Senin In syaa Allah sudah ada.
“Rumah Tahfidz identik untuk menghapal Al Qur’an. Jangan terkecoh rumah tahfidz hanya untuk menghapal Al-Qur’an. Tapi penting juga mengkaji Al-Qur’an.
Didalamnya ada fiqh, nahwu sorof. Kalau Rumah Tahfidz ini berkembang pesat, kami berharap jadi Boarding School untuk wilayah Semidang Aji dan Pengandonan,” ujarnya.

Dalam tausiahnya, Ustad Fahim Ahkam, S.Sy menyampaikan pentingnya mencari ilmu agama Islam. Sebab salah satu cara Allah SWT mencabut ilmu dari manusia, bukan dengan cara mencabutnya langsung tapi dengan mewafatkan para ulama sehingga timbullah kebodohan. Banyak orang yang berfatwa tanpa dalil atau dasarnya.

(Duan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya