oleh

SMB IV Fauwaz Diraja Pimpin Ziarah Makam Sultan-Sultan Palembang Sebagai Rangkaian Kegiatan Milad

Kabar Mds, Palembang-Kesultanan Palembang Darusalam (KPD), pendirian ke -355 dan kebangkitan ke-18, Sultan Mahmud Badaruddin IV Djayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH M.Kn (SMB IV) didampingi Ustad Ahmad Fauzi Bin KH Abdullah Zawawi Idzom, anggota DPRD Sumsel Mgs Syaiful Fadli dan masa sekiar 50 orang melakukan ziarah ke ke komplek pemakaman Sultan-sultan Palembang pada Jumat (26/2). Acara yang berlangsung khidmat dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes) dapat disaksikan langsung secara virtual melalui aplikasi zoom dan Yotube.

Menurut SMB IV, kebangkitan ke-355 itu dihitung dari pendirian KPD oleh Sunan Abdurachman pada 3 Maret 1666, sedangkan pendirian ke-18 dihitung dari waktu Kebangkitan Palembang Darussalam pada 3 Maret 2003 oleh Sultan Mahmud Badaruddin III Raden Muhammad Syafei Diraja.

“Ziarah pada hari ini kita dahulukan ke makam Sunan Abdurachman di Cinde, dilanjutkan . Sultan Bahauddin, Sultan Najamuddin I, Sutan Najamuddin II (Husin Diauddin) di komplek pemakaman kawah Tekurep. Terakhir ke makam Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago di Kebun Gede.” Jelas SMB IV di Istana Adat KPD, jl Sultan Muhammad Mansyur.
Sebagai zuriat, kita tidak boleh melupakan jasa mereka. Semua sultan-sultan Palembang telah meninggalkan warisan budaya yang luhur, baik yang berupa benda maupun yang takbenda.

Baca Juga  Diskusi Seni Rupa Art Normal di Era Pandemi


“Beberapa bentuk fisik pembangunan Sultan Badaruddin I, seperti Masjid Agung, BKB, dan komplek pemakaman kawah tekurep. Dalam hal pembangunan tak benda atau non fisik, adalah nilai-nilai penyebaran agama Islam di wilayah Batanghari Sembian dan nilai-nilai adat istiadat yang berdasarkan syariat Islam,” jelas SMB IV.

Disamping itu, ketua Panitia Milad, Pangeran Suryo Vebri Al lintani yang turut menjelaskan sejarah di setiap makam yang diziarahi, menyatakan, bahwa semua makam-makam kesultanan Palembang Darussalam memiliki keistimewaan dalam kesejarahannya. Jika makam komplek Cinde Welan ada Sunan Abdurachman sebagai pendiri KPD, di kawah tekurep ada SMB I dan Bahauddin yang mengantarkan Palembang pada masa kejayaan sebagai negeri yang kaya dan pusat pendidikan agama Islam serta pusat Kesusastraan. Oleh karena itu, tambah Vebri, jika narasi makam-makam itu dikemas dengan baik, tentu akan menjadi daya pikat menarik bagi pengembangan pariwisata di Kota Palembang.

Baca Juga  Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) audiensi ke Pemerintah Kabupaten Musi Rawas


“Selama 125 tahun KPD berdiri, tentu melahirkan banyak kearifan yang luhur. Jejaknya sangat melekat bagi kota Palembang dan penduduknya. Peringatan Miad seperti hari ini, merupakan salah satu bentuk ungkapan penghargaan pada leluhur Palembang dan sekaigus juga sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi bagi generasi muda”, ujar Vebri.

Turut hadir dalam kegiatan Milad ini, diantaranya adalah Pangeran Puspo Raden Zainal Abidin Pangeran Nato Rasyid Tohir, S.H, Pangeran Mas’ud Khan, Pangeran Jayo Syarif Lukman dan sejumlah pembakti KPD. Selain itu, kegiatan diikuti juga oleh beberapa organisasi diantarnya Forwida Sumsel, Asosiai Guru Sejarah Sumsel, Bang Japar, Pemuda Palembang Darussalam, dan Kobar 9.(ismail gondrong)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya