oleh

Puncak Acara Milad KPD ke 355 tahun dan Milad Kebangkitan Kembali KPD Ke 18 Khidmat

Acara Puncak   Milad  Kesultanan Palembang Darussalam (KPD) ke 355 tahun dan  sekaligus  Milad Kebangkitan Kembali Kesultanan Palembang Darussalam Ke-18  di gelar, Rabu (3/3) di Istana  Adat Kesultanan Adat Palembang Darussalam di Jalan Sultan  M Mansyur No 776,  Kelurahan 32 Ilir, Palembang. Acara berlangsung  khidmat dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes).

Kabar Mds, Palembang-Acara Puncak Milad Kesultanan Palembang Darussalam (KPD) ke 355 tahun dan sekaligus Acara Puncak Milad Kesultanan Palembang Darussalam (KPD) ke 355 tahun dan sekaligus Milad Kebangkitan Kembali Kesultanan Palembang Darussalam Ke-18 di gelar, Rabu (3/3) di Istana Adat Kesultanan Adat Palembang Darussalam di Jalan Sultan M Mansyur No 776, Kelurahan 32 Ilir, Palembang. Acara berlangsung khidmat dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes).
Karena masih dalam suasana Pandemi Covid-19 kegiatan ini juga dapat disaksikan langsung secara virtual melalui aplikasi zoom dan Yotube.

Kegiatan ziarah dipimpin Sultan Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV , Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn didampingi Ustad Ahmad Fauzi Bin KH Abdullah Zawawi Idzom, Ustad Feriyanto, Ustad kms Ali, Habib Muhammad Syukri Syahab.


Turut hadir diantaranya Gubernur Sumsel yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik H Dr Rosidin Hasan MPDI, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani, Sekretaris PW NU Sumsel, Hernoe Roesprijadji, dosen UIN Raden Fatah Palembang Azim Amin, Eden Arifin, pimpinan dan anggota Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Sumsel, tokoh agama dan tokoh masyarakat kota Palembang, sejarawan Sumsel Kemas Ari Panji, Anggota DPRD Palembang dari Fraksi PKS ,Hibani,Komda Bang Japar,Acara juga di meriahkan kesenian Hadro dari Itifaqiah dan Wakabintaldam II Sriwijaya ,

Acara di mulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran, pembacaan surat Alfateha kepada Sultan-Sultan Palembang Darussalam, pembacaan syair Sultan Mahmud Badaruddin, sejarah singkat pendirian dan kebangkitan KPD, pembacaan surah yasin, tahlil dan doa , wejangan Sultan Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV , Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn, tausiah oleh Habib Muhammad Syukri Syahab.

Baca Juga  Jalin Silaturahmi, DKP Ajak Pemkot Palembang Menuju Kenormalan Baru di Masa Pandemi Covid-19


Menurut Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV , Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn menjelaskan kalau selalu memperingati Milad KPD setiap tahun dan selama 18 tahun yaitu kebangkitan KPD pihaknya melakukan Milad dilakukan di tanggal 3 Maret.
Menurut pihak Pemprov Sumsel mengapresiasi kegiatan dan meminta kegiatan ini lebih meriah lagi di tahun depan jika tidak ada pendemi Covid-19 dengan membuat rangkaian acaranya mulai dari kirab hingga puncak acaranya.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian dimulai kemarin ziarah , sekarang perayaan dan nanti malam penutupan perayaannya kita sekalian di 1 Ilir untuk milad KPD, ini merupakan rangkaian dari 200 tahun Kesultanan Palembang Darussalam dibubarkan, karena tepatnya pada bulan Juli 2021 itu adalah tepat 2 Abad Sultan Mahmud Badaruddin II di asingkan Belanda ke Ternate,” katanya.
Mengenai kebangkitan KPD menurutnya tahun 2003 ayahnya dilantik menjadi Sultan Palembang untuk menjaga dan melestarikan adat dan budaya Palembang di Kesultanan Palembang Darussalam.
Dalam kegiatannya KPD menurutnya melibatkan banyak pihak dan komunitas .
“ Harapan kedepan pademi cepat berlalu dan perekonomian Palembang bangkit dan adat dan budaya kita selalu terjaga,” katanya

Gubernur Sumsel yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik H Dr Rosidin Hasan MPDI mengatakan Gubernur dan Pemprov Sumsel mengapresiasi dengan Kesultanan Palembang Darussalam yang kini di pegang Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV , Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn dengan kegiatan Milad Kesultanan Palembang Darussalam (KPD) ke 355 tahun dan sekaligus Milad Kebangkitan Kembali Kesultanan Palembang Darussalam Ke-18 .
“ Banyak harapan dari Pemprov Sumsel bagaimana kemudian Kesultanan ini bisa menjadi cagar khususnya cagar budaya, terkait dengan era sekarang ini, karena bangsa yang baik ialah bangsa yang bisa mempertahankan kebudayaannya, saya kira kebudayaan yang di contohkan oleh Kesultanan Palembang adalah sesuatu yang mengedukasi terhadap perlaku kehidupan masyarakat di Sumsel dari mulai dari bagaimana dia bersikap, bertutur kata dan saya kira itu menjadi satu contoh dan role model,” katanya.
Dan pihaknya melihat bagaimana SMB II dalam berkiprah ditengah masyarakat juga memberikan arti yang bagus melestarikan budaya di Sumsel.
“ Tadi kita tawarkan bagaimana kemudian kedepan kita lakukan kirab mendeclare dimana Kesultanan Palembang Darussalam itu masih ada dan eksis dan memberikan kontribusi dan tanpa itu kita akan digerus oleh zaman, jika mungkin tadi kita sudah bicara dengan Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang bagaimana didorong ada kirab Kesultanan Palembang Darussalam yang mempublikasikan bahwa Kesultanan Palembang Darussalam ada , eksis dan berkontribusi di tengah masyarakat,” katanya sembari mengatakan kalau Kesultanan Palembang Darussalam bukan hanya milik Palembang juga milik Sumsel dan Gubernur Sumsel merespon kegiatan yang membangkitkan patriotisme.(Ali Goik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya