oleh

Kembangkan Isi Percakapan HP, Pelaku di Tahan 3×24 jam.

Kabar Mds, Palembang – Sampai saat ini Sat Res Narkoba Polrestabes Palembang masih melakukan proses pemeriksaan atas 65 pelaku yang diamankan kepolisian usai penggerebekan di Lr Manggis, Lr Gayam dan Lr Cek Latah Laut, Minggu (11/4) pagi.

Sat Res Narkoba Polrestabes Palembang terus lakukan pemeriksaan secara intensif. Bahkan ke 65 pelaku tersebut, akan menjalani penahanan selama 3×24 jam sembari petugas mengumpulkan barang bukti dan mengembangkannya.

” Semuanya masih kita amankan serta mendapatkan pengawasan ketat. Bagi 65 pelaku, masih akan tetap ditahan selama 3×24 jam. Selama kurun waktu tersebut, pemeriksaan terus dilakukan. Yang baru saja kita lakukan, 65 pelaku ini terbukti mengonsumsi narkoba,” ungkap Kapolrestabes Palembang, Kombes Irvan Prawira Satyaputra via Kasat Reserse Narkoba, AKBP Andi Suryandi dibincangi di ruang kerjanya, kemarin.

Masih kata Andi, dari hasil tes urine yang dilakukan, beberapa orang yang dinyatakan positif ini juga pihaknya akan melakukan koordinasi ke BNNP Sumsel. Apalagi dari 65 pelaku yang diamankan ini, lebih dari lima orang masih anak-anak.

Bahkan dua diantara mereka merupakan perempuan. Oleh karena itu, khusus yang anak-anak ini, proses pemeriksaannya juga khusus.

Adapun dari hasil pendataan petugas tadi, dua diantaranya yang diamankan itu statusnya bandar yakni Hijiriyah dan Juni.

Sedangkan target awal razia dan penggerebekan yakni Ateng (DPO) dan Juni. Hanya saja, untuk Juni tadi, pada saat penggerebekan belum ada atau belum diketemukan barang bukti. ” Khusus untuk Juni masih akan terus kita kembangkan.

Sedangkan Ateng ini statusnya buron. Barang buktinya yang didapat dari rumahnya seberat 1,5 kg.

Ini juga diakui oleh Hijriyah yang juga isteri Ateng, kalau itu barang bersama dirinya dan Ateng,” tegasnya.

Sementara itu, terkait barang bukti lainnya seperti ponsel, Sajam dan juga alat hisap masih terus didalami. Tidak itu saja, khusus untuk ponsel yang ada saat ini, nantinya akan melibatkan tim IT untuk membuka isi percakapan dari ponsel dimaksud. ” Semoga nantinya ini menjadi petunjuk kita dalam upaya membuka jaringan besar narkoba tadi. Selain di Tangga Buntung, beberapa lokasi lainnya juga sudah kita bidik. Tapi untuk lokasi dan waktunya masih kita simpan. Yang pasti, dalam waktu secepatnya kita bergerak lagi,” ungkap perwira menengah yang belum genap sebulan menjabat tersebut.


Petugas selama ini kesulitan untuk mengungkap praktek peredaran narkoba di Tangga Buntung ini, karena ada keterlibatan langsung dari warga sekitar yang menjadi pion atau benteng dari bandar narkoba di dalam.

Bahkan setiap orang yang saat itu bertugas membunyikan kembang api atau petasan ini mendapatkan gaji dari bandar yang ada di dalamnya.

” Setiap orang asing yang masuk atau dicurigai, biasanya akan ada orang yang membunyikan kembang api atau petasan. Ternyata mereka ini digaji Rp 200 ribu/hari.

Total yang bertugas ini atau kita sebut pionnya sebanyak 15 orang yang bergantian jaga selama 24 jam penuh, mengapa saat kita gerebek bunyi petasan ada terus. Bagi mereka ini juga sedang diperiksa oleh petugas” tandasnya.(Hendra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya